Menulislah..
Karena ketika engkau membiarkan dirimu menulis, itu sama halnya dengan engkau membuka perlahan pintu jendela kamarmu yang terkurung. Engkau mengizinkan udara dan alam masuk mengintip kamarmu. Engkau melepaskan jeruji yang membuatmu terpenjara sendiri. Engkau membiarkan orang-orang mengenalmu lebih dekat. Engkau membiarkan dunia melihat siapa dirimu.
Menulislah..
Karena sebuah tulisan mampu menyuarakan hatimu yang bergejolak. Ia mampu meredam kemarahanmu yang memuncak. Ia mampu melerai tangismu yang tersekat. Ia juga mampu menyemarakkan hatimu yang bersenandung riang.
Sebuah tulisan tak akan membantahmu. Ia tak akan menolak apapun ekspresi hatimu. Ia akan selalu setia menemanimu. Mengetuk lembut pintu hatimu, disaat engkau berduka ataupun tertawa
*Motivasi menggalakkan menulis ^_^
Jumat, 03 Agustus 2012
Senarai
Ranah bergejolak di persimpangan
Berhembus pelan namun bergemuruh
Dalam diam, dalam sunyi
Menyusup lindap teratur
Menuai benih malam pekat
Tak henti
Pada mata cekung yang tergenang
Berhembus pelan namun bergemuruh
Dalam diam, dalam sunyi
Menyusup lindap teratur
Menuai benih malam pekat
Tak henti
Pada mata cekung yang tergenang
Selasa, 31 Juli 2012
SEMANGAT
Semangat..
Adakah yang lebih berharga daripada kehilangan semangat dalam hidup?
Tidak, bagiku tidak ada..
Tidak ada kehilangan yang lebih besar daripada kehilangan semangat dalam hidup.
Semangat itu bagaikan nyala api yang melesak-lesak. Besar ataupun kecil ia, tetap saja mampu menjadi penerang di tempat gelap.
Ia selalu dapat menjadi cahaya, meski di tempat paling temaran sekalipun. Ia laksana lidah api yang menari-nari di tungku pemanas. Selalu berlompatan riang, tanpa peduli jika udara di sekelilingnya berubah menjadi lembab atau cuaca menjadi kelam.
Adakah yang lebih berharga daripada kehilangan semangat dalam hidup?
Tidak, bagiku tidak ada..
Tidak ada kehilangan yang lebih besar daripada kehilangan semangat dalam hidup.
Semangat itu bagaikan nyala api yang melesak-lesak. Besar ataupun kecil ia, tetap saja mampu menjadi penerang di tempat gelap.
Ia selalu dapat menjadi cahaya, meski di tempat paling temaran sekalipun. Ia laksana lidah api yang menari-nari di tungku pemanas. Selalu berlompatan riang, tanpa peduli jika udara di sekelilingnya berubah menjadi lembab atau cuaca menjadi kelam.
Kamis, 26 Juli 2012
Big Bee..
Big Bee...
Be well soon big bee, be well soon..
Coz tomorrow will be an important day for you
You're walking into your dreams
You have to pass it with your best
And I know that you can
You are the strongest one whom I've ever known
No one could stop you when you want to be
Just say Bismillah
and God will guide you, insya Allah
Be well soon big bee, be well soon..
Coz tomorrow will be an important day for you
You're walking into your dreams
You have to pass it with your best
And I know that you can
You are the strongest one whom I've ever known
No one could stop you when you want to be
Just say Bismillah
and God will guide you, insya Allah
Rabu, 25 Juli 2012
Resam
Resam..
Berdiri dalam tanya yang mendiam
Terpatung dalam terka yang tak berkesudahan
Merajut khayal dalam asa yang menepi
Berebut gumpal sesak yang mengasap
Resam..
Tertidur dalam lamunan seribu panjang
Membius koma di atas pengap ranjang
Berdiri dalam tanya yang mendiam
Terpatung dalam terka yang tak berkesudahan
Merajut khayal dalam asa yang menepi
Berebut gumpal sesak yang mengasap
Resam..
Tertidur dalam lamunan seribu panjang
Membius koma di atas pengap ranjang
Congrats!!
CONGRATULATIONS!!....... buat Muhammad Mirza Ardi yang hari ini sah dapat gelar S.Pd.
Hhh.... akhirnya setelah perjuangan bertahun-tahun diantara kejenuhan dan melawan kebosanan, ternyata kelar juga dapat itu gelar yak. Ikutan lega juga diriku, meskipun sebenarnya pingin banget bisa hadir juga disana, tapi ya... insya Allah akan ada moment lain ^_^
So, what's next?
Bismillah, aku ikut ngedoain semoga lulus untuk ADS (udah ngebet banget seperti nya pingin dapat tu scholarship.. hehe...) Yang penting tetap semangat n ga mudah menyerah. Meskipun kuakui kalau untuk masalah "semangat", 2 jempol deh buat dya. Ngga ada matinya :D
Hhh.... akhirnya setelah perjuangan bertahun-tahun diantara kejenuhan dan melawan kebosanan, ternyata kelar juga dapat itu gelar yak. Ikutan lega juga diriku, meskipun sebenarnya pingin banget bisa hadir juga disana, tapi ya... insya Allah akan ada moment lain ^_^
So, what's next?
Bismillah, aku ikut ngedoain semoga lulus untuk ADS (udah ngebet banget seperti nya pingin dapat tu scholarship.. hehe...) Yang penting tetap semangat n ga mudah menyerah. Meskipun kuakui kalau untuk masalah "semangat", 2 jempol deh buat dya. Ngga ada matinya :D
Rabu, 25 Januari 2012
Nge-Blog
Wah... ternyata udah lama ya saya ngga nge-blog, udah setaun lebih euy... Ah, kangen ya ternyata..
Ok deh, kl gtu ayo dipermak lagi ni blog. Menyambut semangat 2012 (yg selalu didengung-dengungkan ''seseorang'' di telinga saya) jadi ayo deh mulai dengan semangat baru, kreatifitas baru, n juga karya baru.
Untuk tahun 2011 kmrn meskipun banyak pencapaian yg belum tercapai tapi tetap bersyukur bahwa akhirnya saya sudah mulai punya buku (hasil gabung di Writing Revolution), meskipun msh buku antologi sih dan dari hasil latihan piano yg bertubi-tubi sekarang mulai dipercayakan menjadi salah satu instruktur piano, meskipun akan ada latihan bertubi-tubi lagi ke depan (piano itu tidak semudah yang dikira lho, kl kata k'Dara (guru piano saya) "belajar piano itu adalah belajar seuumur hidup".. wew... ).
Tahun ini juga kuliah yg sudah terkatung-katung wajib segera dikantungi biar segera bisa di peti-eskan gelar Strata 1 itu. Ok, saatnya mengobrak-abrik kembali blog ini. ^_^
Ok deh, kl gtu ayo dipermak lagi ni blog. Menyambut semangat 2012 (yg selalu didengung-dengungkan ''seseorang'' di telinga saya) jadi ayo deh mulai dengan semangat baru, kreatifitas baru, n juga karya baru.
Untuk tahun 2011 kmrn meskipun banyak pencapaian yg belum tercapai tapi tetap bersyukur bahwa akhirnya saya sudah mulai punya buku (hasil gabung di Writing Revolution), meskipun msh buku antologi sih dan dari hasil latihan piano yg bertubi-tubi sekarang mulai dipercayakan menjadi salah satu instruktur piano, meskipun akan ada latihan bertubi-tubi lagi ke depan (piano itu tidak semudah yang dikira lho, kl kata k'Dara (guru piano saya) "belajar piano itu adalah belajar seuumur hidup".. wew... ).
Tahun ini juga kuliah yg sudah terkatung-katung wajib segera dikantungi biar segera bisa di peti-eskan gelar Strata 1 itu. Ok, saatnya mengobrak-abrik kembali blog ini. ^_^
Kamis, 25 November 2010
dwilogi Padang Bulan
Buku berwajah dua ini lumayan "sedikit" menarik perhatianku saat pertama sekali aku melihatnya berdiri tegak diantara buku-buku baru yang dijejerkan di sebuah toko buku. Namun karena krisis keuangan yang melanda saat itu, kuurungkan niat sementara untuk membelinya.
Waktu berjalan, dan aku hampir terlupa dengan Padang Bulan ketika sempat sebelumnya mendengar seseorang berkata: "Andrea Hirata sudah mulai kehilangan ide dan tulisannya tidak punya kekuatan seperti dulu, terbukti dari buku-bukunya yang tidak berlabel Best Seller lagi". Kurang lebih begitulah kata seseorang tsb padaku saat itu. Dan dikarenakan kata-kata itu diucapkan oleh seseorang yang cukup berpengaruh (menurutku) di bidang perbukuan, maka aku pun berpikir ulang untuk menempatkannya di lemari bukuku. Hm... ternyata kusadari kemudian bahwa begitu dahsyatnya sebuah citra dan kata. Ia mampu mempengaruhi dan merubah paradigma seseorang dalam kurun waktu hanya sesaat.
Hari-hari selanjutnya aku mulai mengesampingkan Padang Bulan dalam daftar target buku di memoriku. Namun, yang namanya kesempurnaan memang tidak lah pernah melekat pada karya seorang manusia. Dan (menurutku) karya yang baik-bagaimana pun serta apa pun itu-akan tetap dicari dan diminati meski oleh segelintir orang. Ntah karena mereka tidak mengerti apa itu sastra atau hanya ikut-ikutan. Entah.. aku pun kurang mengerti akan sastra. Yang aku tahu, saat itu dimana-mana orang mulai membicarakan Padang Bulan. Tidak di Fb dan juga teman-temanku. Yang akhirnya kembali membuatku berfikir ulang.. Aku ingin tahu bercerita tentang apakah buku ini. Dan puji syukur bagi Allah, sahabat-sahabatku (Dita,Ria,Cmon dan Sara) menghadiahkan Padang Bulan sebagai kado ultahku tepat di saat aku ingin membelinya. Many thanks for u all friends, may Allah always blesses you.. =) Dwilogi Padang Bulan pun segera kubaca tuntas lembar per lembar. Hingga tiba di halaman penghujung yang membuatku akhirnya berkata "Aku tak menyesal memiliki buku ini".
Ok, sekian dulu prolognya dan mari sedikit bercerita tentang dwilogi Padang Bulan bersama Salman Faridi beserta penambahan dan sedikit gubahan... ^_^
Waktu berjalan, dan aku hampir terlupa dengan Padang Bulan ketika sempat sebelumnya mendengar seseorang berkata: "Andrea Hirata sudah mulai kehilangan ide dan tulisannya tidak punya kekuatan seperti dulu, terbukti dari buku-bukunya yang tidak berlabel Best Seller lagi". Kurang lebih begitulah kata seseorang tsb padaku saat itu. Dan dikarenakan kata-kata itu diucapkan oleh seseorang yang cukup berpengaruh (menurutku) di bidang perbukuan, maka aku pun berpikir ulang untuk menempatkannya di lemari bukuku. Hm... ternyata kusadari kemudian bahwa begitu dahsyatnya sebuah citra dan kata. Ia mampu mempengaruhi dan merubah paradigma seseorang dalam kurun waktu hanya sesaat.
Hari-hari selanjutnya aku mulai mengesampingkan Padang Bulan dalam daftar target buku di memoriku. Namun, yang namanya kesempurnaan memang tidak lah pernah melekat pada karya seorang manusia. Dan (menurutku) karya yang baik-bagaimana pun serta apa pun itu-akan tetap dicari dan diminati meski oleh segelintir orang. Ntah karena mereka tidak mengerti apa itu sastra atau hanya ikut-ikutan. Entah.. aku pun kurang mengerti akan sastra. Yang aku tahu, saat itu dimana-mana orang mulai membicarakan Padang Bulan. Tidak di Fb dan juga teman-temanku. Yang akhirnya kembali membuatku berfikir ulang.. Aku ingin tahu bercerita tentang apakah buku ini. Dan puji syukur bagi Allah, sahabat-sahabatku (Dita,Ria,Cmon dan Sara) menghadiahkan Padang Bulan sebagai kado ultahku tepat di saat aku ingin membelinya. Many thanks for u all friends, may Allah always blesses you.. =) Dwilogi Padang Bulan pun segera kubaca tuntas lembar per lembar. Hingga tiba di halaman penghujung yang membuatku akhirnya berkata "Aku tak menyesal memiliki buku ini".
Ok, sekian dulu prolognya dan mari sedikit bercerita tentang dwilogi Padang Bulan bersama Salman Faridi beserta penambahan dan sedikit gubahan... ^_^
Rabu, 24 November 2010
Jarak
Aku namakan ia jarak
Karena tak selalu ia dekat, kadang jauh
Menjauh sejauh pandangan yang mampu ku tangkap
Namun, kadang tak selalu juga ia jauh
Terkadang ia dekat
Sangat dekat seakan rasanya aku bisa menyentuhnya
Tapi.. dimanapun ia, tetap ia kunamakan jarak
Karena hingga saat ini aku belum jua bisa menyambanginya.
Karena tak selalu ia dekat, kadang jauh
Menjauh sejauh pandangan yang mampu ku tangkap
Namun, kadang tak selalu juga ia jauh
Terkadang ia dekat
Sangat dekat seakan rasanya aku bisa menyentuhnya
Tapi.. dimanapun ia, tetap ia kunamakan jarak
Karena hingga saat ini aku belum jua bisa menyambanginya.
Senin, 22 November 2010
Anne of Green Gables
Pada awalnya, sebenarnya aku sama sekali tidak berniat untuk membeli buku ini. Terlebih sebelumnya aku juga belum pernah mendengar judulnya. Namun siang hari itu, ketika mampir di sebuah TB dan hampir menghabiskan waktu 15 menit berputar-putar untuk mencari sebuah buku, seseorang merekomendasikan Anne of Green Gables untuk sebaiknya kumiliki .
Sebelum membeli aku membolak balik buku ini, agar sedikit tahu tentang isinya. Ini adalah sebuah novel. Tulisan BEST SELLER yang tercetak di sampul depan membuatku mulai yakin bahwa buku ini semestinya lebih dari sekedar novel biasa. Pandanganku pun mulai mengeja kalimat di bagian atas sampul depannya, "Novel klasik yang penjualannya mengalahkan Harry Potter, To Kill a Mockingbird, dan Gone with the Wind!" Wow, keren juga, jadi semakin penasaran sama ni buku. Dan akhirnya dengan bermodal Bismillah, aku ambil Anne of Green Gables.
Sebelum membeli aku membolak balik buku ini, agar sedikit tahu tentang isinya. Ini adalah sebuah novel. Tulisan BEST SELLER yang tercetak di sampul depan membuatku mulai yakin bahwa buku ini semestinya lebih dari sekedar novel biasa. Pandanganku pun mulai mengeja kalimat di bagian atas sampul depannya, "Novel klasik yang penjualannya mengalahkan Harry Potter, To Kill a Mockingbird, dan Gone with the Wind!" Wow, keren juga, jadi semakin penasaran sama ni buku. Dan akhirnya dengan bermodal Bismillah, aku ambil Anne of Green Gables.
Langganan:
Postingan (Atom)