Terpa, bernyanyi di senda malam
Riuh, bergurau bersama gulam
Nyut nyut,
Berdenyut bersama kelam
*Niatnya mau buat puisi, tapi ternyata kepala berdenyut kuat (-_-)
Going to bed aja deh...
Selasa, 30 Oktober 2012
Selasa, 23 Oktober 2012
Rabu, 17 Oktober 2012
Rasa Mati
Rasaku,
Rasa kucoba mati
Rasa suka
Rasa canda
Rasa tawa
Rasa sakit
Rasaku,
Rasa beku nurani
Pada suka
Pada canda
Pada tawa
Pada sakit
Rasaku,
Rasa terkubur imaji
Dalam suka
Dalam canda
Dalam tawa
Dalam sakit
Rasa kucoba mati
Rasa suka
Rasa canda
Rasa tawa
Rasa sakit
Rasaku,
Rasa beku nurani
Pada suka
Pada canda
Pada tawa
Pada sakit
Rasaku,
Rasa terkubur imaji
Dalam suka
Dalam canda
Dalam tawa
Dalam sakit
Berlarilah
Lari... Lari... Berlarilah...
Sejauh langkah kakimu mampu berlari. Sejauh engkau masih punya cukup tenaga untuk terus berlari. Sejauh engkau masih melihat jalanan terbentang panjang di depanmu, teruslah berlari. Sejauh nafasmu masih melekat di jiwa, tetaplah berlari. Jangan berhenti.
Jangan pedulikan luka kakimu yang melepuh, otot tubuhmu yang mengejang, atau teriknya matahari yang membakar. Selagi jantungmu masih berdetak, artinya engkau akan tetap sanggup untuk terus berlari.
Jangan sekali-kali berhenti. Karena sekali saja engkau berhenti, luka kaki yang melepuh itu akan menusuk-nusuk setiap saraf dan menyerikan ulu hatimu. Sekali saja engkau berhenti, otot tubuh yang sudah mengejang itu akan membekukan seluruh anggota tubuhmu. Dan akhirnya, panas metahari yang bergelagak itu akan membuatmu terduduk, mencari tempat ternyaman, hingga tak satu orang pun akan bisa memaksamu bangun dan kembali berlari lagi.
Sabtu, 11 Agustus 2012
Bakso Omelet Qu
Entah mengapa tiba-tiba saya kepingin sekali menyantap menu berbau telur untuk bukaan hari ini. Mungkin efek tadi pagi melihat Ayah melahap 1 porsi telur mata sapi ketika sahur. Jadinya bayangan telur menari-nari terus di pelupuk mata saya.
Akhirnya jadilah 30 menit sebelum sirene berbuka saya beraksi di dapur menyiapkan menu bukaan ala chef Karzel. Hehe.. padahal nyiapin omelet ini simple banget, ngga pakai ribet. Hanya berbekal bakso, bawang merah, bawang putih, cabe merah, kol, daun sop + tepung terigu. Semua bahan tadi dicampur dan diaduk jadi satu. (Note: untuk baksonya saya rebus dulu di air mendidih sampai 2 x ganti air. Agar baksonya lebih matang dan supaya lemak dan bahan-bahan penyedapnya melebur di air rebusan. Maklum baksonya bukan homemade, saya jd kurang yakin akan kehigienisannya ^^)
Kamis, 09 Agustus 2012
Mata Panda
Pagi ini mata saya sepertinya kembali jadi mata panda (berlingkaran hitam di bawah mata). Setelah td malam insomnia datang. Baru bisa terlelap tidur pukul setengah 2 dini hari. Disusul sahur pukul setengah 5, mengerjakan soal tes tentor 3 bidang study (B.Inggris, Biologi dan B. Indonesia) hingga akhirnya selesai beberapa menit yang lalu.
Saat ini niat hati inginnya merebahkan diri di ranjang. Tp apa daya, pukul 10 am nanti harus sudah berada di kampus (sebelumnya harus mampir dulu ke fotokopi utk copy soal tes). Pukul 12 siang nanti harus sudah berada di Education English Centre Ajun (tepat'a Lampisang) buat interview para tentor baru. Sebenarnya jadwal tes kemarin udah direncanakan di Batoh, tapi karena sesuatu dan lain hal jadi dipindahkan ke Ajun. Hhh.... benar-benar ujian buat saya...
Berbekal sepeda motor dari Darussalam menuju Ajun di tengah hari yang semoga saja tidak terik hari ini (Aamiiin Allahumma Aamiiin.....). Jadi penjaga kelas sampai pukul setengah 3. Dan jam 3 nanti sudah harus berkendara balik ke Lampineung karena ada jadwal ngajar di Prodigy pukul 4. Dan baru bisa kembali kerumah pukul 5 sore.
Sudah bisa dibayangkan, sampai dirumah pasti langsung turun ke dapur buat persiapan bukaan. Waaaaaaa......... What a day!
Saya pasti langsung tepar nanti malam..... *_*
Saat ini niat hati inginnya merebahkan diri di ranjang. Tp apa daya, pukul 10 am nanti harus sudah berada di kampus (sebelumnya harus mampir dulu ke fotokopi utk copy soal tes). Pukul 12 siang nanti harus sudah berada di Education English Centre Ajun (tepat'a Lampisang) buat interview para tentor baru. Sebenarnya jadwal tes kemarin udah direncanakan di Batoh, tapi karena sesuatu dan lain hal jadi dipindahkan ke Ajun. Hhh.... benar-benar ujian buat saya...
Berbekal sepeda motor dari Darussalam menuju Ajun di tengah hari yang semoga saja tidak terik hari ini (Aamiiin Allahumma Aamiiin.....). Jadi penjaga kelas sampai pukul setengah 3. Dan jam 3 nanti sudah harus berkendara balik ke Lampineung karena ada jadwal ngajar di Prodigy pukul 4. Dan baru bisa kembali kerumah pukul 5 sore.
Sudah bisa dibayangkan, sampai dirumah pasti langsung turun ke dapur buat persiapan bukaan. Waaaaaaa......... What a day!
Saya pasti langsung tepar nanti malam..... *_*
Jumat, 03 Agustus 2012
Menulislah...
Menulislah..
Karena ketika engkau membiarkan dirimu menulis, itu sama halnya dengan engkau membuka perlahan pintu jendela kamarmu yang terkurung. Engkau mengizinkan udara dan alam masuk mengintip kamarmu. Engkau melepaskan jeruji yang membuatmu terpenjara sendiri. Engkau membiarkan orang-orang mengenalmu lebih dekat. Engkau membiarkan dunia melihat siapa dirimu.
Menulislah..
Karena sebuah tulisan mampu menyuarakan hatimu yang bergejolak. Ia mampu meredam kemarahanmu yang memuncak. Ia mampu melerai tangismu yang tersekat. Ia juga mampu menyemarakkan hatimu yang bersenandung riang.
Sebuah tulisan tak akan membantahmu. Ia tak akan menolak apapun ekspresi hatimu. Ia akan selalu setia menemanimu. Mengetuk lembut pintu hatimu, disaat engkau berduka ataupun tertawa
*Motivasi menggalakkan menulis ^_^
Karena ketika engkau membiarkan dirimu menulis, itu sama halnya dengan engkau membuka perlahan pintu jendela kamarmu yang terkurung. Engkau mengizinkan udara dan alam masuk mengintip kamarmu. Engkau melepaskan jeruji yang membuatmu terpenjara sendiri. Engkau membiarkan orang-orang mengenalmu lebih dekat. Engkau membiarkan dunia melihat siapa dirimu.
Menulislah..
Karena sebuah tulisan mampu menyuarakan hatimu yang bergejolak. Ia mampu meredam kemarahanmu yang memuncak. Ia mampu melerai tangismu yang tersekat. Ia juga mampu menyemarakkan hatimu yang bersenandung riang.
Sebuah tulisan tak akan membantahmu. Ia tak akan menolak apapun ekspresi hatimu. Ia akan selalu setia menemanimu. Mengetuk lembut pintu hatimu, disaat engkau berduka ataupun tertawa
*Motivasi menggalakkan menulis ^_^
Senarai
Ranah bergejolak di persimpangan
Berhembus pelan namun bergemuruh
Dalam diam, dalam sunyi
Menyusup lindap teratur
Menuai benih malam pekat
Tak henti
Pada mata cekung yang tergenang
Berhembus pelan namun bergemuruh
Dalam diam, dalam sunyi
Menyusup lindap teratur
Menuai benih malam pekat
Tak henti
Pada mata cekung yang tergenang
Selasa, 31 Juli 2012
SEMANGAT
Semangat..
Adakah yang lebih berharga daripada kehilangan semangat dalam hidup?
Tidak, bagiku tidak ada..
Tidak ada kehilangan yang lebih besar daripada kehilangan semangat dalam hidup.
Semangat itu bagaikan nyala api yang melesak-lesak. Besar ataupun kecil ia, tetap saja mampu menjadi penerang di tempat gelap.
Ia selalu dapat menjadi cahaya, meski di tempat paling temaran sekalipun. Ia laksana lidah api yang menari-nari di tungku pemanas. Selalu berlompatan riang, tanpa peduli jika udara di sekelilingnya berubah menjadi lembab atau cuaca menjadi kelam.
Adakah yang lebih berharga daripada kehilangan semangat dalam hidup?
Tidak, bagiku tidak ada..
Tidak ada kehilangan yang lebih besar daripada kehilangan semangat dalam hidup.
Semangat itu bagaikan nyala api yang melesak-lesak. Besar ataupun kecil ia, tetap saja mampu menjadi penerang di tempat gelap.
Ia selalu dapat menjadi cahaya, meski di tempat paling temaran sekalipun. Ia laksana lidah api yang menari-nari di tungku pemanas. Selalu berlompatan riang, tanpa peduli jika udara di sekelilingnya berubah menjadi lembab atau cuaca menjadi kelam.
Kamis, 26 Juli 2012
Big Bee..
Big Bee...
Be well soon big bee, be well soon..
Coz tomorrow will be an important day for you
You're walking into your dreams
You have to pass it with your best
And I know that you can
You are the strongest one whom I've ever known
No one could stop you when you want to be
Just say Bismillah
and God will guide you, insya Allah
Be well soon big bee, be well soon..
Coz tomorrow will be an important day for you
You're walking into your dreams
You have to pass it with your best
And I know that you can
You are the strongest one whom I've ever known
No one could stop you when you want to be
Just say Bismillah
and God will guide you, insya Allah
Rabu, 25 Juli 2012
Resam
Resam..
Berdiri dalam tanya yang mendiam
Terpatung dalam terka yang tak berkesudahan
Merajut khayal dalam asa yang menepi
Berebut gumpal sesak yang mengasap
Resam..
Tertidur dalam lamunan seribu panjang
Membius koma di atas pengap ranjang
Berdiri dalam tanya yang mendiam
Terpatung dalam terka yang tak berkesudahan
Merajut khayal dalam asa yang menepi
Berebut gumpal sesak yang mengasap
Resam..
Tertidur dalam lamunan seribu panjang
Membius koma di atas pengap ranjang
Congrats!!
CONGRATULATIONS!!....... buat Muhammad Mirza Ardi yang hari ini sah dapat gelar S.Pd.
Hhh.... akhirnya setelah perjuangan bertahun-tahun diantara kejenuhan dan melawan kebosanan, ternyata kelar juga dapat itu gelar yak. Ikutan lega juga diriku, meskipun sebenarnya pingin banget bisa hadir juga disana, tapi ya... insya Allah akan ada moment lain ^_^
So, what's next?
Bismillah, aku ikut ngedoain semoga lulus untuk ADS (udah ngebet banget seperti nya pingin dapat tu scholarship.. hehe...) Yang penting tetap semangat n ga mudah menyerah. Meskipun kuakui kalau untuk masalah "semangat", 2 jempol deh buat dya. Ngga ada matinya :D
Hhh.... akhirnya setelah perjuangan bertahun-tahun diantara kejenuhan dan melawan kebosanan, ternyata kelar juga dapat itu gelar yak. Ikutan lega juga diriku, meskipun sebenarnya pingin banget bisa hadir juga disana, tapi ya... insya Allah akan ada moment lain ^_^
So, what's next?
Bismillah, aku ikut ngedoain semoga lulus untuk ADS (udah ngebet banget seperti nya pingin dapat tu scholarship.. hehe...) Yang penting tetap semangat n ga mudah menyerah. Meskipun kuakui kalau untuk masalah "semangat", 2 jempol deh buat dya. Ngga ada matinya :D
Rabu, 25 Januari 2012
Nge-Blog
Wah... ternyata udah lama ya saya ngga nge-blog, udah setaun lebih euy... Ah, kangen ya ternyata..
Ok deh, kl gtu ayo dipermak lagi ni blog. Menyambut semangat 2012 (yg selalu didengung-dengungkan ''seseorang'' di telinga saya) jadi ayo deh mulai dengan semangat baru, kreatifitas baru, n juga karya baru.
Untuk tahun 2011 kmrn meskipun banyak pencapaian yg belum tercapai tapi tetap bersyukur bahwa akhirnya saya sudah mulai punya buku (hasil gabung di Writing Revolution), meskipun msh buku antologi sih dan dari hasil latihan piano yg bertubi-tubi sekarang mulai dipercayakan menjadi salah satu instruktur piano, meskipun akan ada latihan bertubi-tubi lagi ke depan (piano itu tidak semudah yang dikira lho, kl kata k'Dara (guru piano saya) "belajar piano itu adalah belajar seuumur hidup".. wew... ).
Tahun ini juga kuliah yg sudah terkatung-katung wajib segera dikantungi biar segera bisa di peti-eskan gelar Strata 1 itu. Ok, saatnya mengobrak-abrik kembali blog ini. ^_^
Ok deh, kl gtu ayo dipermak lagi ni blog. Menyambut semangat 2012 (yg selalu didengung-dengungkan ''seseorang'' di telinga saya) jadi ayo deh mulai dengan semangat baru, kreatifitas baru, n juga karya baru.
Untuk tahun 2011 kmrn meskipun banyak pencapaian yg belum tercapai tapi tetap bersyukur bahwa akhirnya saya sudah mulai punya buku (hasil gabung di Writing Revolution), meskipun msh buku antologi sih dan dari hasil latihan piano yg bertubi-tubi sekarang mulai dipercayakan menjadi salah satu instruktur piano, meskipun akan ada latihan bertubi-tubi lagi ke depan (piano itu tidak semudah yang dikira lho, kl kata k'Dara (guru piano saya) "belajar piano itu adalah belajar seuumur hidup".. wew... ).
Tahun ini juga kuliah yg sudah terkatung-katung wajib segera dikantungi biar segera bisa di peti-eskan gelar Strata 1 itu. Ok, saatnya mengobrak-abrik kembali blog ini. ^_^
Kamis, 25 November 2010
dwilogi Padang Bulan
Buku berwajah dua ini lumayan "sedikit" menarik perhatianku saat pertama sekali aku melihatnya berdiri tegak diantara buku-buku baru yang dijejerkan di sebuah toko buku. Namun karena krisis keuangan yang melanda saat itu, kuurungkan niat sementara untuk membelinya.
Waktu berjalan, dan aku hampir terlupa dengan Padang Bulan ketika sempat sebelumnya mendengar seseorang berkata: "Andrea Hirata sudah mulai kehilangan ide dan tulisannya tidak punya kekuatan seperti dulu, terbukti dari buku-bukunya yang tidak berlabel Best Seller lagi". Kurang lebih begitulah kata seseorang tsb padaku saat itu. Dan dikarenakan kata-kata itu diucapkan oleh seseorang yang cukup berpengaruh (menurutku) di bidang perbukuan, maka aku pun berpikir ulang untuk menempatkannya di lemari bukuku. Hm... ternyata kusadari kemudian bahwa begitu dahsyatnya sebuah citra dan kata. Ia mampu mempengaruhi dan merubah paradigma seseorang dalam kurun waktu hanya sesaat.
Hari-hari selanjutnya aku mulai mengesampingkan Padang Bulan dalam daftar target buku di memoriku. Namun, yang namanya kesempurnaan memang tidak lah pernah melekat pada karya seorang manusia. Dan (menurutku) karya yang baik-bagaimana pun serta apa pun itu-akan tetap dicari dan diminati meski oleh segelintir orang. Ntah karena mereka tidak mengerti apa itu sastra atau hanya ikut-ikutan. Entah.. aku pun kurang mengerti akan sastra. Yang aku tahu, saat itu dimana-mana orang mulai membicarakan Padang Bulan. Tidak di Fb dan juga teman-temanku. Yang akhirnya kembali membuatku berfikir ulang.. Aku ingin tahu bercerita tentang apakah buku ini. Dan puji syukur bagi Allah, sahabat-sahabatku (Dita,Ria,Cmon dan Sara) menghadiahkan Padang Bulan sebagai kado ultahku tepat di saat aku ingin membelinya. Many thanks for u all friends, may Allah always blesses you.. =) Dwilogi Padang Bulan pun segera kubaca tuntas lembar per lembar. Hingga tiba di halaman penghujung yang membuatku akhirnya berkata "Aku tak menyesal memiliki buku ini".
Ok, sekian dulu prolognya dan mari sedikit bercerita tentang dwilogi Padang Bulan bersama Salman Faridi beserta penambahan dan sedikit gubahan... ^_^
Waktu berjalan, dan aku hampir terlupa dengan Padang Bulan ketika sempat sebelumnya mendengar seseorang berkata: "Andrea Hirata sudah mulai kehilangan ide dan tulisannya tidak punya kekuatan seperti dulu, terbukti dari buku-bukunya yang tidak berlabel Best Seller lagi". Kurang lebih begitulah kata seseorang tsb padaku saat itu. Dan dikarenakan kata-kata itu diucapkan oleh seseorang yang cukup berpengaruh (menurutku) di bidang perbukuan, maka aku pun berpikir ulang untuk menempatkannya di lemari bukuku. Hm... ternyata kusadari kemudian bahwa begitu dahsyatnya sebuah citra dan kata. Ia mampu mempengaruhi dan merubah paradigma seseorang dalam kurun waktu hanya sesaat.
Hari-hari selanjutnya aku mulai mengesampingkan Padang Bulan dalam daftar target buku di memoriku. Namun, yang namanya kesempurnaan memang tidak lah pernah melekat pada karya seorang manusia. Dan (menurutku) karya yang baik-bagaimana pun serta apa pun itu-akan tetap dicari dan diminati meski oleh segelintir orang. Ntah karena mereka tidak mengerti apa itu sastra atau hanya ikut-ikutan. Entah.. aku pun kurang mengerti akan sastra. Yang aku tahu, saat itu dimana-mana orang mulai membicarakan Padang Bulan. Tidak di Fb dan juga teman-temanku. Yang akhirnya kembali membuatku berfikir ulang.. Aku ingin tahu bercerita tentang apakah buku ini. Dan puji syukur bagi Allah, sahabat-sahabatku (Dita,Ria,Cmon dan Sara) menghadiahkan Padang Bulan sebagai kado ultahku tepat di saat aku ingin membelinya. Many thanks for u all friends, may Allah always blesses you.. =) Dwilogi Padang Bulan pun segera kubaca tuntas lembar per lembar. Hingga tiba di halaman penghujung yang membuatku akhirnya berkata "Aku tak menyesal memiliki buku ini".
Ok, sekian dulu prolognya dan mari sedikit bercerita tentang dwilogi Padang Bulan bersama Salman Faridi beserta penambahan dan sedikit gubahan... ^_^
Rabu, 24 November 2010
Jarak
Aku namakan ia jarak
Karena tak selalu ia dekat, kadang jauh
Menjauh sejauh pandangan yang mampu ku tangkap
Namun, kadang tak selalu juga ia jauh
Terkadang ia dekat
Sangat dekat seakan rasanya aku bisa menyentuhnya
Tapi.. dimanapun ia, tetap ia kunamakan jarak
Karena hingga saat ini aku belum jua bisa menyambanginya.
Karena tak selalu ia dekat, kadang jauh
Menjauh sejauh pandangan yang mampu ku tangkap
Namun, kadang tak selalu juga ia jauh
Terkadang ia dekat
Sangat dekat seakan rasanya aku bisa menyentuhnya
Tapi.. dimanapun ia, tetap ia kunamakan jarak
Karena hingga saat ini aku belum jua bisa menyambanginya.
Senin, 22 November 2010
Anne of Green Gables
Pada awalnya, sebenarnya aku sama sekali tidak berniat untuk membeli buku ini. Terlebih sebelumnya aku juga belum pernah mendengar judulnya. Namun siang hari itu, ketika mampir di sebuah TB dan hampir menghabiskan waktu 15 menit berputar-putar untuk mencari sebuah buku, seseorang merekomendasikan Anne of Green Gables untuk sebaiknya kumiliki .
Sebelum membeli aku membolak balik buku ini, agar sedikit tahu tentang isinya. Ini adalah sebuah novel. Tulisan BEST SELLER yang tercetak di sampul depan membuatku mulai yakin bahwa buku ini semestinya lebih dari sekedar novel biasa. Pandanganku pun mulai mengeja kalimat di bagian atas sampul depannya, "Novel klasik yang penjualannya mengalahkan Harry Potter, To Kill a Mockingbird, dan Gone with the Wind!" Wow, keren juga, jadi semakin penasaran sama ni buku. Dan akhirnya dengan bermodal Bismillah, aku ambil Anne of Green Gables.
Sebelum membeli aku membolak balik buku ini, agar sedikit tahu tentang isinya. Ini adalah sebuah novel. Tulisan BEST SELLER yang tercetak di sampul depan membuatku mulai yakin bahwa buku ini semestinya lebih dari sekedar novel biasa. Pandanganku pun mulai mengeja kalimat di bagian atas sampul depannya, "Novel klasik yang penjualannya mengalahkan Harry Potter, To Kill a Mockingbird, dan Gone with the Wind!" Wow, keren juga, jadi semakin penasaran sama ni buku. Dan akhirnya dengan bermodal Bismillah, aku ambil Anne of Green Gables.
Minggu, 31 Oktober 2010
Kanvas
Senin, 01 November 2010
Bung Karno telah merias kediaman resmi itu dengan seleranya, selama ia tinggal di sana sebagai presiden pertama sekitar 10 tahun. Para penggantinya dengan satu dan lain cara masih menghormatinya. Pajangan koleksi itu tak dihancurkan. Bahkan tampak dirawat.
Tapi Bung Karno telah pergi lebih dari 40 tahun yang lalu. Zaman berubah, pemimpin berganti. Di masa yang kian konservatif kini, orang tetap menghormati tinggalan itu, tapi agaknya tak mudah menerimanya. Oktober 2009 saya mengunjungi Istana itu dengan beberapa sastrawan dalam dan luar negeri; para tamu tertawa geli. Mereka lihat tiap patung itu ditutupi selembar kain yang dibelitkan. Sensor atau bukan, efeknya justru membuat karya-karya tiga dimensi itu—yang semula bertaut dengan ruang—seakan-akan melepaskan diri dari latar belakang. Mereka lebih hadir. Ketelanjangan itu justru menarik perhatian: penutup itu mengalahkan dirinya sendiri.
Tapi juga keindahan bisa mengalahkan dirinya sendiri—jika keindahan diartikan seperti yang tampak di deretan patung di Istana Bogor itu. Bentuk-bentuk itu dimaksudkan sebagai karya artistik. Tapi ketika yang artistik hanya berarti cantik, yang ”indah” pun jadi sesuatu yang tunggal. Kecantikan, kerapian, dan keapikan akan menguasai total bentuk-bentuk, dan apa yang tak cantik, tak rapi, dan tak apik adalah sesuatu yang ”lain”—yang harus dilenyapkan.
Senin, 25 Oktober 2010
DEWASA
"DEWASA".. Sebenarnya tidak ada yang terlalu menarik dari 6 huruf ini, hanya mungkin akan tercipta sebuah perasaan yang sulit untuk diungkapkan dengan indera ketika mendengar kata ini. Sebuah rasa akan kekuatan, kemantapan dan juga kesiapan.
Tadi malam selesai Maghrib aku hidupkan channel TV (lama sekali rasanya sudah tidak melihat media elektronik ini bergerak-gerak). Aku mencari-cari tombol nomor 3 dan menekannya. Siaran berhenti di channel Metro TV. Golden Ways'a pak Mario sudah berlangsung dari 1/2 jam yang lalu. Tema yang sedang disampaikan adalah "Falling In and Out of Love" (kalau tidak salah baca). Karena tema yang sepertinya cukup menarik aku pun mempersiapkan diri, menarik sebuah kursi dan duduk dengan baiknya di depan TV.
Seperti yang mungkin sudah bisa ditebak, isi bahasan yang disampaikan adalah all about love. Bagaimana agar cinta terus bersemi, bagaimana untuk setia, bagaimana caranya mendapatkan cinta dari orang yang kita sukai, bagaimana mencintai seseorang tanpa menuntut apa pun darinya dan lain-lain dan sebagainya. Semua mempunyai permasalahan sendiri-sendiri tentang cinta. Baik pasangan ibu-bapak yang sudah menikah, muda mudi yang sedang memiliki hubungan, maupun para single yg setia dengan dirinya sendiri. Intinya, atas nama cinta semuanya mempunyai masalah dengannya.
Namun aku bukannya ingin membahas tentang isi MTGW tadi malam, tapi ada hal lain yang membuat ku tercenung dan terus berputar-putar di pikiran. Hingga akhirnya tidak tahan juga untuk tidak menuliskannya.
Tadi malam selesai Maghrib aku hidupkan channel TV (lama sekali rasanya sudah tidak melihat media elektronik ini bergerak-gerak). Aku mencari-cari tombol nomor 3 dan menekannya. Siaran berhenti di channel Metro TV. Golden Ways'a pak Mario sudah berlangsung dari 1/2 jam yang lalu. Tema yang sedang disampaikan adalah "Falling In and Out of Love" (kalau tidak salah baca). Karena tema yang sepertinya cukup menarik aku pun mempersiapkan diri, menarik sebuah kursi dan duduk dengan baiknya di depan TV.
Seperti yang mungkin sudah bisa ditebak, isi bahasan yang disampaikan adalah all about love. Bagaimana agar cinta terus bersemi, bagaimana untuk setia, bagaimana caranya mendapatkan cinta dari orang yang kita sukai, bagaimana mencintai seseorang tanpa menuntut apa pun darinya dan lain-lain dan sebagainya. Semua mempunyai permasalahan sendiri-sendiri tentang cinta. Baik pasangan ibu-bapak yang sudah menikah, muda mudi yang sedang memiliki hubungan, maupun para single yg setia dengan dirinya sendiri. Intinya, atas nama cinta semuanya mempunyai masalah dengannya.
Namun aku bukannya ingin membahas tentang isi MTGW tadi malam, tapi ada hal lain yang membuat ku tercenung dan terus berputar-putar di pikiran. Hingga akhirnya tidak tahan juga untuk tidak menuliskannya.
Minggu, 24 Oktober 2010
Teater
Senin, 25 Oktober 2010
(Hm.. Sebenarnya masih bingung sih ngbacanya.. tapi ala bisa karena biasa kan.. jadi mari di biasakan ^_^)
Marx mengemukakan ini—meskipun tak persis begitu—ketika ia berbicara tentang filsafat. Statemennya dapat juga diterapkan untuk ideologi dan agenda politik. Tapi di sini saya ingin mengemukakan hal yang sama untuk sesuatu yang lebih bersahaja: produksi kesenian. Terutama teater.
Teater tak cuma sebuah tafsir atas kenyataan. Bekerja dalam teater mengajarkan kepada saya bahwa pada mulanya memang bukan teks—satu kesimpulan yang juga berlaku untuk hal-hal lain dalam hidup. Ketika saya menulis libretto untuk Opera Tan Malaka, saya menyusun sebuah teks yang agak rinci. Saya sudah merancang bagaimana adegan diaktualisasikan dalam pentas, unsur apa saja yang harus hadir di sana, bagaimana para pemeran bergerak. Tapi dalam proses produksi, banyak hal berubah.
Pertama-tama perlu disebutkan, opera ini tak dimaksudkan untuk jadi sebuah narasi biografis. Saya tak ingin berkisah tentang riwayat orang yang pernah disebut sebagai ”Bapak Republik Indonesia” ini bagian demi bagian. Saya asumsikan cerita perjuangannya bisa dibaca di tempat lain. Dengan sebuah libretto saya ingin mengatakan sesuatu yang lain.
Sabtu, 23 Oktober 2010
Kisah Syahdu Sepotong Cinta
“Ayo ‘Dek, kita pulang,” suamiku menggamit tanganku. Tangan kirinya memegang payung, menaungiku dari terik matahari yang mulai menyengat ubun-ubunku di pekuburan muslim di bilangan Bandung utara itu. “Aki dan Ene’ sudah kembali, pulang ke haribaan Allah. Doakan saja kubur mereka lapang dan terang serta ridho Allah selalu melingkupi. Amiin.”
Kuberdiri menyambut tangan suamiku. “Selamat jalan Aki, selamat jalan Ene’, semoga Allah menjadikan cinta Aki dan Ene’ abadi, dan menyatukan Aki dan Ene’ hingga di jannahNya kelak. Amin,” pintaku tulus.
Kemudian kami berdua berjalan ke mobil kami dalam diam, masing-masing tenggelam dalam kenangan indah akan Aki dan Ene’ yang kini sudah terbaring dalam peristirahatan terakhir mereka yang berdampingan.
Kuberdiri menyambut tangan suamiku. “Selamat jalan Aki, selamat jalan Ene’, semoga Allah menjadikan cinta Aki dan Ene’ abadi, dan menyatukan Aki dan Ene’ hingga di jannahNya kelak. Amin,” pintaku tulus.
Kemudian kami berdua berjalan ke mobil kami dalam diam, masing-masing tenggelam dalam kenangan indah akan Aki dan Ene’ yang kini sudah terbaring dalam peristirahatan terakhir mereka yang berdampingan.
Langganan:
Postingan (Atom)

